Minggu, 29 November 2009

Jemaah Haji 2009

Jumlah jemaah dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia yang akan menunaikan Rukun Islam ke-5 pada musim haji 1430 Hijriah diperkirakan mendekati angka tiga juta orang.

Dengan jumlah itu, menurut keterangan tertulis dari kementerian Arab Saudi, Sabtu, tanpa menyebutkan rinciannya, berarti terjadi kenaikan sekitar 13 persen dibandingkan dengan jumlah jemaah haji pada tahun lalu (1429H).

Jemaah calon haji (calhaj) Indonesia sendiri pada musim haji 1430H berjumlah sekitar 209.000 orang terdiri atas sekitar 192.000 orang haji reguler program Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia (BPIH-dulu ONH), sekitar 17.000 haji nonreguler (nonBPIH-dulu ONH Plus) dan ratusan haji nonkuota yang diberangkatkan biro-biro perjalanan swasta tanpa koordinasi dengan departemen agama.

Sebaliknya, jumlah jemaah haji lokal diperkirakan turun sekitar 40 persen pada musim haji 1430H ini.

Juga tidak disebutkan rincian jumlah jemaah haji tahun ini dan tahun sebelumnya, namun dilaporkan bahwa penurunan jumlah warga setempat untuk menunaikan rukun Islam kelima itu terjadi karena tingginya biaya yang dikenakan dan adanya kekhawatiran merebaknya virus flu babi (H1N1).

Untuk haji lokal diperlukan biaya sekitar RS10.000 (sekitar Rp25 juta), sementara vaksinasi vaksin H1N1 bagi calon haji lokal baru berupa anjuran, belum merupakan keharusan.

Kampanye vaksinasi tahap pertama yang dilakukan terhadap 1 juta warga sejak pekan lalu sasarannya adalah calhaj lokal dan petugas yang melakukan kontak langsung dengan para jemaah calon haji.

Sebagian warga enggan mengikuti program vaksinasi gratis tersebut karena mengkhawatirkan efek sampingnya seperti demam, muncul bercak merah di kulit atau malah diisukan bisa mandul.

Sementara itu Kota Suci Mekah saat ini sudah dipadati ummat Islam dari berbagai penjuru dunia, khususnya di kawasan Masjidil Haram yang memutih menjadi lautan manusia yang mengenakan pakaian ihram atau gamis berwarna putih.

Saat shalat Jumat saja, diperkirakan hadir sekitar setengah juta umat yang memenuhi sampai halaman Masjidil Haram.

Setelah beberapa kali direnovasi dan diperluas, saat dengan luas 328.000 m2, Masjidil Haram mampu menampung satu juta umat.

Sebagian jemaah tampak pula berkerumun di toko-toko yang menjual cindera mata atau pernik-pernik haji, air zamzam, penukaran uang atau gerai-gerai makanan yang tesebar di kawasan seputar Masjidil Haram.

Akses kendaraan ditutup di jalan sekitar Masjidil Haram, sehingga jemaah harus berjalan beberapa ratus meter untuk menuju penghentian bus, taksi atau kendaraan-kendaraan yang menunggu mereka.

Menag membicarakan tentang pembatasan usia para jemaah haji,Pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia pada tahun ini tidak terpengaruh dengan pembatasan usia para jemaah haji yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia hanya akan melakukan pengetatan tes kesehatan.

Demikian pengakuan Menteri Agama Maftuh Basyuni saat meresmikan penggunaan gedung Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs SA) Yayasan Pondok Kebon Dalem, Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur, kemarin. “Sebab, kendati ada batasan, kami sudah punya batasan sendiri yaitu 17 tahun hingga tanpa batas asal sehat,” terangnya.

Maftuh kembali menegaskan pembatasan umur 12-65 tahun bagi calon jamaah haji tidak akan banyak berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Dia menjelaskan kewenangan penuh pemberian visa ada di kedutaan.

“Kalau diberi visa, anak usia 11 tahun pun bisa (berhaji). Tapi saya tidak menyarankan, karena kalau belum baligh. Oleh karena itu kuotanya diberikan pada yang sudah baligh,” ujarnya.

Menag bersama Kepala Perwakilan Ausaid, Blair Exell meresmikan secara simbolis 33 gedung MTs SA bantuan AusAid di lima provinsi. Yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Periode 2006-2007 telah dibangun 46 gedung MTS-SA. Sejak Juli 2008 lalu dibangun lagi 33 gedung dengan total anggaran Rp28,133 miliar. Sedang bangunan di MTS-SA Kebon Dalem ini dibangun dengan dana Rp1,1 miliar.

Turut mendampingi Blair Exell adalah Rodney Tiller, General Manager MCPM AIBEP atau Managing Contractor Project Management – Australia Indonesia Basic Education Program (MCPM – AIBEP).

Sementara dari Departemen Agama terlihat hadir Dirjen Pendiidkan Islam Mohammad Ali, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur, Imam Haromain. Tanpak pula Bupati Lamongan Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Kakandepag Kusaiyin Wardani.

0 komentar:

Poskan Komentar